desain penilaian dalam pembelajaran matematika

Komponen program penilaian dalam pembelajaran Matematika mencakup jenis tagihan dan instrumen penilaian. Tagihan adalah cara ujian atau penilaian yang dilaksanakan. Instrumen penilaian dirinci menjadi bentuk instrumen dan contoh instrumen. Jenis tagihan dan bentuk instrumen dapat terdiri dari hal-hal berikut ini.

Teknik penilaian Jenis taguihan Bentuk instrumen penilaian Isi/materi instrumen penilaian
Tes (tertulis, lisan, perbuatan/praktik/unjuk kerja) Kuis Pertanyaan lisan/tertulis, soal isian, soal dengan jawaban singkat, soal objektif (benar-salah, menjodohkan, pilihan ganda), instrumen untuk unjuk kerja singkat Soal atau perintah
Ulangan /tes harian Pertanyaan lisan/tertulis, soal isian, soal dengan jawaban singkat, soal objektif (benar-salah, menjodohkan, pilihan ganda), soal uraian, instrumen unjuk kerja Soal atau perintah
Ulangan/tes blok Pertanyaan lisan/tertulis, soal isian, soal dengan jawaban singkat, soal objektif (benar-salah, menjodohkan, pilihan ganda), soal uraian, instrumen unjuk kerja Soal atau perintah
Non tes Pengamatan (observasi) Panduan/lembar pengamatan Pernyataan skala dengan cek list
angket Kuisioner Pertanyaan atau pernyataan dengan atau tanpa pilihan jawaban
Wawancara Panduan/lembar wawancara Pertanyaan
Tugas harian Instrumen tugas, soal uraian Uraian tugas dengan kriteria penilaian tertentu
Tugas proyek Instrumen tugas Uraian tugas dengan kriteria penilaian tertentu
Tugas portfolio Instrumen tugas Uraian tugas dengan kriteria penilaian tertentu

2. Langkah Penyusunan Instrumen
Langkah awal mengembangkan instrumen penilaian adalah menetapkan spesifikasi, yaitu berisi uraian yang menunjukkan keseluruhan karakteristik yang harus dimiliki suatu instrumen. Penyusunan spesifikasi instrumen mencakup kegiatan: a) menentukan tujuan, b) menyusun kisi-kisi, c) memilih bentuk instrumen, dan d) menentukan panjang instrumen.
Pemilihan bentuk instrumen akan ditentukan oleh tujuan, jumlah peserta, waktu yang tersedia untuk memeriksa, cakupan materi, dan karakteristik mata pelajaran yang diujikan. Bentuk instrumen yang digunakan sebaiknya bervariasi seperti pilihan ganda, uraian objektif, uraian bebas, menjodohkan, jawaban singkat, benar-salah, unjuk kerja (performansi), dan portfolio. Dengan cara ini diharapkan diperoleh data yang akurat tentang pencapaian belajar siswa.
Panjang instrumen ditentukan oleh waktu yang tersedia dengan memperhatikan bahan dan tingkat kelelahan peserta tes. Pada umumnya ulangan dalam bentuk tes membutuhkan waktu 60 sampai 90 menit. Sedangkan ulangan dalam bentuk non tes dan praktik bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Penentuan panjang tes dan nontes dapat ditentukan berdasarkan pengalaman para guru.

Instrumen kognitif:
Agar instrumen untuk mengungkap aspek kognitif yang digunakan untuk menggali data memilki kualitas tinggi, maka harus dilakukan analisis butir instrumen yakni analisis teoretik atau analisis kualitatif atau disebut juga telaah hutir dan analisis empirik atau analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif pada umumnya dilakukan setelah telaah butir atau analisis kualitatif. Analisis kualitatif adalah analisis yang dilakukan oleh teman sejawat dalam rumpun keahlian yang sama. Tujuannya adalah untuk menilai materi, konstruksi, dan apakah bahasa yang digunakan sudah memenuhi pedoman dan bisa dipahami siswa.
Analisis kuantitatif dilakukan dengan cara mengujicobakanm instrumen yang telah dianalisis secara kualitatif kepada sejumlah siswa yang memiliki karakteristik sama dengan siswa yang akan diuji dengan instrumen tersebut. Jawaban hasil uji coba tersebut dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teknik yang ada, misalnya program Iteman, Ascal, Rascal, dan program MikroCat lainnya.

Instrumen afektif:
Untuk mendapatkan instrument afektif yang baik, setelah instrument tersusun maka perlu dilakukan analisis instrumen baik secara teoretik maupun empirik. Cara melakukan analisis secara teoretik yakni melalui telaah instrumen, pada umumya apabila sudah ditelaah  instrumen afektif ini sudah layak digunakan untuk mengumpulkan data. Meskipun demikian, ada pula yang diteruskan dengan melakukan analisis empirik diantaranya dengan mencari validitas konstruknya menggunakan analisis faktor.


yang menjadi permasalahan dari saya adalah terkadang guru terlalu banyak dengan tugas tugas administrasi lain seperti menyusun bahan kenaikan pangkat, peniaian kerja dll sehingga untuk menyusun instrumen penilaian, kisi kisi soal, butir soal dsb. apakah jika guru tidak membuat instrumen penilaian itu, guru tidak dapat melalukan penilaian terhadap siswa?

Komentar

  1. Syarat dilakukan penilaian adalah harus ada instrumennya. Kalau tidak ada instrumen apa yang mau dinilai?? Jd sesibuk apapun guru, tidak ada alasan untuk menilai tanpa menggunakan instrumen penilaian. Kalau hal itu dilakukan, bearti guru telah menyalahi aturan dalam melaksanakan penilaian dan tidak relevan serta terkesan subjektif bukan objektif

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang jika berdasarkan aturan, maka guru telah menyalahi aturan. namun tes tetap dilakukan karena guru tetap membuat soal untuk ulangan harian dan juga soal untuk ujian semester, jadi hasil dari ujian siswa itu akan menjadi hasil belajar siswa.jadi mungkin salah satu usahanya adalah guru secara bertahap memenuhisegala kriterianya

      Hapus
  2. Instrumen penilaian merupakan pedoman dalam melakukan penilaian,.jika tidak ada instrumen penilaian bagaimana guru akan menilai siswa nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang benar instrumen menjadi pedoman dari penilaian, namun dalam kasus ini, guru tidak sempat membuat bagian bagian dari instrument nya namun soal tetap dibuat oleh guru, jadi mungkin salah satu solusinya dengan memulai guru dengan memenuhi instrumen secara bertahap

      Hapus
  3. menurut saya kita sebagai guru harus menyiapkan semua instrumen penilaian sebelum melaksanakan proses pembelajaran, pada saat awal ajaran baru adalah waktu yang paling pas untuk menyusun instrumen tersebut sehingga pada saat proses pembelajaran berlangsung kita tinggal menerapkan apa yang telah dirancang dalam perangkat pembelajaran tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin pendapat anda benar, namun terkadang awal pembelajaran berbarengan dengan kegiatan kita seperti hari besar yang menyita guru bersama keluarga, jadi mungkin salah satunya melengkapi semua instrumen secara bertahap

      Hapus
  4. instrumen penilaian dapat disebut sebagai alat penilaian atau alat evaluasi yang digunakan untuk mengumpulkan data. Jadi guru harus membuat instrumen penilaian.
    Guru sebaiknya membuat instrumen pembelajaran bersamaan dengan perangkat pembelajaran lainnya.

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  6. saya setuju dengna pendapat sebelumnya yakni semua instrumen harus disiapkan terlebih dahulu besertaan dengan perangkat yang lain agar kita lebih mudah dalam menilai selnajutnya. tetapi jika masih belum terlaksana mungkin bisa dilakukan pada saat pembelajaran beralngsung maksudnya sehari sebelum KBM

    BalasHapus
  7. Instrumen penilaian sangat penting dalam pembelajaran kalaw g da intrumen penilaian gmna guru menilai, jadi instren sangat penting

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

teori dual coding